Berita Terkini
Gambar

Solusi kemudahan akses modal bagi usaha ultra mikri melalui holding BUMN


Sleman, 27 November. Pelaku usaha di sektor ultra mikro telah lama mengalami tantangan dalam mengakses modal usaha tanpa jaminan fisik yang memadai. Namun, sejak September 2021, Kementerian BUMN menciptakan solusi melalui pembentukan holding tiga entitas di bidang pendanaan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Anggota DPR RI, Subardi, menyampaikan apresiasi atas kinerja holding dalam sosialisasi bertema Pelatihan UMKM di Yogyakarta.

"Saya mewakili kelompok usaha kecil menyampaikan apresiasi atas kinerja holding. Persoalan akses modal kini menjadi gampang,” ungkap Subardi.

Dalam acara tersebut, 250 pelaku usaha ultra mikro di Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan dan pengembangan bisnis sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kecil. Subardi menegaskan bahwa holding BUMN diwajibkan untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk memberikan pendampingan dan pelatihan pengembangan usaha.

"Holding ultra mikro memangkas sulitnya akses pembiayaan. Biasanya usaha kecil sulit sekali bernapas, tapi sekarang bisa dapat modal meski tidak punya agunan fisik. Inilah yang diharapkan teman-teman pelaku usaha kecil," jelas Subardi.

Meskipun kemudahan akses modal sudah terasa, Subardi menekankan perlunya dukungan berkelanjutan agar pelaku usaha mampu terus berkembang.

"Saya tidak ingin para pelaku usaha menerima sosialisasi habis itu selesai. Harapan saya BUMN, termasuk pegadaian, benar-benar mengawal hingga naik kelas. Ini sifatnya keberlanjutan," pungkasnya.



Bank Foto

Dokumentasi kegiatan Akademi Bela Negara NasDem